Kalkulasi Juara dan Degradasi Liga 1 2018

liga 1

 

Kalkulasi Juara dan Degradasi Liga 1 2018

Sundulan Steve Paulle hasil umpan silang M. Rahmat di penghujung laga berkahir sia-sia. PSM Makassar tak mampu mencetak sebiji gol pun, namun juga tak kebobolan oleh sang tuan rumah, Bhayangkara FC. Padahal jelas, misi skuat Ramang saat itu adalah mencuri poin penuh untuk menyalip kembali Persija di posisi pertama.

Walhasil, PSM hanya mengantongi total poin 58 dan Persija memiliki poin 59. Cukup ketat dan hanya tersisa satu pertandingan lagi yang akan dimainkan pada akhir pekan nanti (8/9 Desember 2018). Laga yang kemungkinan akan digelar secara bersamaan, akan membuat kedua pendukung tim menjadi lebih berdebar nanti.

Mengerucutnya dua kuda pacu menuju gelar juara ini sebetulnya terjadi di tiga laga sisa saja. Karena sebelumnya saat masih lima laga sisa, Persib Bandung masih punya peluang menyodok ke peringkat atas selayaknya yang telah mereka lakukan di putaran pertama saat menjadi juara paruh musim 2018. Kalah atas PSMS dan PSIS menutup peluang Maung Bandung dan sialnya, mereka juga menelan hasil imbang di dua laga terakhir saat melawan Perseru Serui dan Persela Lamongan.

Secara matematis, Persija jelas diuntungkan dengan kondisi ini. Mereka akan menjamu Mitra Kukar di Jakarta dan PSM menjamu PSMS Medan di Makassar. Mereka hanya harus menang atas Mitra Kukar, tak peduli hanya menang 1-0 dan di tempat lain PSM menang dengan skor 10-0 sekalipun saat menjamu PSMS nanti. Tak mengherankan jika beredar video para petinggi Persija, termasuk sang direktur Gede Widiade sedang bersorak ‘campione, campione’ pasca laga PSM vs Bhayangkara FC kemarin.

selain faktor bermain di Jakarta, lawan yang dihadapi yaitu ‘cuma’ Mitra Kukar. Tim peringkat ke-15 klasemen sementara yang masih memungkinkan untuk terdegradasi. Rekor laga tandang mereka juga cukup buruk sepanjang musim ini. Bermain sebanyak 16 kali laga tandang, mereka hanya menang sekali di Medan, imbang dua kali di Malang dan Bantul, kemudian 13 partai sisanya selalu kalah.

Sialnya, pada laga di putaran pertama melawan Persija di Tenggarong pun, Kukar kalah 0-2 lewat gol Osas Saha dan Marko Simic. Maka tak heran jika banyak pihak menjagokan Persija menang di laga terakhir nanti dan mengangkat trofi Liga Indonesia untuk yang kedua kalinya. Kondisi ini hanya akan gagal jika Mitra Kukar bermain super ngotot untuk menjauhi degradasi. Masalah peluang dan kemungkinan degradasi akan dijelaskan di bagian akhir artikel ini.

Sedangkan bagi PSM, kekecewaan jelas terpancar di raut para pemain dan pendukungnya setelah hasil imbang di PTIK kemarin. Opsi mereka di pekan terakhir nanti hanya terbuka jika Mitra Kukar menang atau menahan imbang Persija dan skuat Ramang menggilas PSMS di Makassar. Selain skenario itu, Persija hampir dipastikan juara musim ini.

Sang lawan PSMS tercatat baru bermain 32 kali dan menyisakan dua laga lagi. Pekan ke-33 mereka melawan PS TIRA sekaligus menjadi duel juru kunci demi poin tambahan untuk menjauh dari papan bawah. PSMS dengan 37 poin, mungkin saja akan bermain imbang dengan PS TIRA dan bisa mengumpulkan 38 poin jelang lawan PSM di Makassar nanti. Sejauh ini, rekor tandang PSMS adalah menang dua kali, imbang tiga kali dan kalah 11 kali. Putaran pertama saat menjamu PSM, skuat Ayam Kinantan menang 3-1 saat itu.

Jelas ini pekerjaan berat bagi PSM, tak hanya menggantungkan harapan kepada Kukar, tapi juga mereka harus menang lawan Medan yang mana mereka kalah di pertemuan pertama yang lalu. Baik Teco Cugurra dan Robert Rene Albert jelas akan memasang skuat terbaiknya dan masing-masing berharap bisa memberikan gelar juara untuk klubnya di musim ini.

Persaingan Sengit di Papan Bawah

Seperti yang telah disinggung di bagian awal, kedua lawan dari tim calon juara (Persija dan PSM) yaitu tim papan bawah yang sedang mencoba menjauhi tiga posisi terakhir di klasemen sementara. Sedangkan tiga tim yang akan promosi, sudah dipastikan yaitu PSS Sleman yang baru saja menjadi juara Liga 2, kemudian Semen Padang dan Kalteng Putera yang menang di babak perebutan juara tiga melawan Persita Tangerang.

Jika melihat papan bawah, semua kemungkinan masih terbuka. Sriwijaya FC, Mitra Kukar dan Perseru Serui memiliki poin 39 di pekan ke 33 ini. Sedangkan PSMS (37 poin) dan PS TIRA (36 poin) masih punya sisa dua laga dan akan bertemu di pekan ke-33 nanti. Dengan asumsi PSMS bermain imbang dengan PS TIRA di Medan nanti (pertemuan pertama, PS TIRA unggul 3-2 di Bantul) maka PSMS mendapat 38 poin dan PS TIRA 37 poin jelang pekan terakhir.

Begini, Sriwijaya akan masih harus bertandang ke markas Arema yang tak punya hasrat apa-apa kecuali kebanggaan menang di kandang sendiri. Pertemuan pertama kedua tim ini juga dimenangkan Arema saat bertandang ke Palembang dengan skor 0-3. Kemungkinan, Arema akan menang tipis di Malang dan membuat Sriwijaya tetap tertahan di poin 39.

Kemudian Kukar, seperti yang telah dijelaskan di atas, akan bertandang ke Persija. Secara matematis harusnya Persija bisa menang mudah. Kondisi ini juga memaksa Kukar tetap mengantongi 39 poin di penghujung musim nanti. Sedangkan Perseru, akan bertandang ke Mandala untuk melawan Persipura. Skuat Cendrawasih Jingga tersebut mampu menahan 0-0 Persipura di putaran pertama dan bukan mustahil juga akan bermain imbang di Mandala, apalagi Persipura tak ada ambisi apapun selain kebanggaan menang di depan suporter sendiri. Jika berakhir imbang, Perseru akan mengantongi 40 poin unggul satu strip dari prediksi akhir poin milik Sriwijaya dan Kukar (39 poin).

Terakhir ada Borneo vs PS TIRA dan PSM vs PSMS. Kedua penghuni juru kunci ini harus dirundung sial karena memainkan laga tandang. PSMS mungkin akan kalah oleh PSM yang ngotot ingin mendapatkan tripoin sambil berharap Persija tertahan oleh Kukar. Sedangkan Borneo vs PS TIRA, pada pertemuan pertama lalu, berhasil dimenangkan oleh Borneo di Bantul dan bukan tak mungkin jika skuat Pesut Etam akan menang lagi kali ini. Baik PSMS ataupun PS TIRA mungkin tak akan mendapatkan poin dan hanya mampu mengoleksi 38 poin dan 37 poin.

Konklusi dari prediksi kami adalah; paling bawah ada PS TIRA yang menurut kami akan terdegradasi. Kemudian PSMS dengan 38 poin di peringkat 17 dan Mitra Kukar di posisi ke 16 dengan 39 poin. Jika Kukar dan Sriwijaya tak bertambah poinnya ataupun sama hingga akhir musim, sesuai unggahan laman Liga 1 mungkin Sriwijaya akan finis diatas Kukar dan selamat dari jeratan degradasi.

Namun semua itu hanyalah prediksi kami belaka. Semua masih bisa terjadi karena kemenangan tim papan bawah yang terancam seperti Kukar dan PSMS, sangat bisa mengacaukan skenario Persija atau PSM kali ini.

Oleh karena itu percayalah! Bola itu bandar, eh bundar, bung!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *